skip to main
|
skip to sidebar
Just click here for the recipe :)
Have a nice weekend !
Gudeg is a traditional dish from Yogyakarta and Central Java. It is made from young jack fruits (nangka). I´ve got the brown color from tea bags, because I don´t have teak leaves which are commonly used to make the reddish brown color to the dish. Normally, It takes several hours to cook gudeg, but I just make it simple...put all ingredients in the press cooker. Done.....in about 45 minutes :). My second time to join Tata Bonata and Monica´s Party :)
Hi...everybody. It´s such a long time I don´t post any recipes after holiday. I posted this recipe in Bahasa Indonesia here. I´ll post the recipe in english version later if you need :)
Selamat menunaikan Ibadah Puasa, happy Ramadhan.
I don´t know why it´s called Rujak Pengantin/Wedding Salad. Anybody has a clue?
Ingredients:
Salad/lettuce, carrots, cabbage, boiled eggs, boiled potato, emping crackers, fried tofu
Just everyday home cooking.....
Kale/Gründkohl, considered to be one of the most highly nutrious vegetables with powerful antioxidant properties, is very high in beta carotene, vitamin C, lutein and zeaxanthin and reasonably rich in calcium (
source: Wikipedia).
What and where antioxidant can be found here.
I planted the seeds of Gründkohl/Kale in my little garden on March´07. Today, one of great joys is to pick the leaves and cook them in my kitchen. I just feel good! I made easy and fast Gründkohl-Beef Curry by using Instant curry seasoning mix. The taste of Gründkohl/Kale is almost similar with Cassava leaves or called daun singkong in Bahasa Indonesia.
Urap, cooked mix vegetables with hot and spicy grated coconut, are used to serve as an accompaniment to Nasi Kuning (yellow rice) or Nasi Uduk. This is one of traditional Indonesia cuisine known for its combination of contrasting flavors (spicy, sweet and hot).
Green Baby Pak Choy, contents useful amount of Kalium, Calcium, Carotin, Vitamin C and B, is also called Shanghai Bok Choy. The leaves and stems are prepared in various Oriental dishes, often stir fried, steamed or to be used in soups. The leaves can also be preserved by salting.
Ingredients:
500 g Pak Choy, wash, drain and cut
400 g fried tofu, cut
1 Onion, finely sliced
3 cloves minced garlics
2 red chillies, sliced
1 tablespoon Oyster sauce
50 ml water
salt, sugar as desired
3 tsp cooking oil
directions: Saute onion, garlics until fragrant. Add sliced chillies then pour Oyster sauce and water. Add tofu and Pak Choy. Keep stir and fry until cooked.
Masakan ini kayaknya semua pada bisa deh, tapi buat yang belajar masak nggak apa-apa deh ditulis aja yaaak. Kebetulan pas belanja ke toko Turki lihat bayem fresh jadi kepengen, yang deket rumah cuman ada yg beku doang. Eh..ada jagung manis juga lagi murah, kalo pas nggak summer begini biasanya harganya lebih mahal. Walaupun masak yg gampang, seneng juga liat si Dedek makan bayem sampe 2 mangkok.
Camilan satu ini kalo di Bandung namanya bala-bala, ada yg bilang juga bakwan sayur.Bikinnya juga gampang, pake sayuran yang ada saja dan nggak pake ukuran. Cuman si Mas nih, harus pake potongan tahu di dalamnya, kalo enggak dia protes. Bentuknya jadi agak nyempluk karena pake self raising flour. Bahannya wortel di potong korek api, tauge, tahu di potong kecil, daun bawang. Bumbunya cukup merica, bawang putih, garam secukupnya . Campur semua dengan tepung dan air secukupnya, lalu di goreng. Variasi Bakwan sayur lainnya silahkan intip Dapurnya Elvi dan Dapurnya Aisha.
Bapaknya anak-anak sempet bilang, selama disini dalam setahun bisa dihitung dengan jari makan sayur lodeh, hi..hi kaciannn..deh. Saking jarangnya bikin sayur ini, masalahnya yg makan cuman bapak dan ibunya doank, lucunya klo bikin Buntil anak-anak malah suka. Kebetulan pas belanja ke Aldi lagi banyak kohlrabi, sebagai gantinya labu siam. Daunnya kohlrabi rasanya mirip daun mlinjo..jadi beli 2 biji sambil ngambilin daunnya yg banyak...lhaaa..klo bule yg beli daunnya pada dibuang, ini malah di petikin...yaaa..buat kelinci dirumah..yg rambutnya item semua, he..he.
Baru kali ini bikin rujak (tanpa) cingur sendiri, biasanya tinggal nyicipin bikinan temen-temen di Hamburg yg asli Jatim. Kebetulan dapet petis dari jeng Inul. Pertamakali nyoba waktu ke Surabaya bingung juga, kayak pecel tapi ada buahnya..kuahnya agak hitam, tapi rasanya ternyata enak juga. Karena nggak ada yg jualan cingurnya biasanya diganti sama kikil, berhubung yg di rumah nggak mau kikil jadi ya tanpa cingur dan kikil.
Zucchini ini bentuknya sepeti mentimun, rasanya mirip oyong. Kandungan nutrisinya bisa dilihat disini (bhs.Jerman) dan disitu versi bahasa Inggrisnya .
Hari ini posting sayur aja akhh, libur gini lagi nggak masak macem-macem. Apalagi hari Minggu ada undangan di Yuli, pulangnya masih pake dibekelin segala macem lauk lagi...asyiekk, trims ya.
Tepung tempura, selain untuk udang bisa juga untuk brocoli dan terung sebagai selingan bagi yg suka sayuran. Tepung tempura yang siap pakai dicairkan dengan air hingga seperti untuk adonan pisang goreng dengan sedikit penambahan merica bubuk, bawang putih bubuk dan garam jika perlu, terus di goreng. Gampang banget khan!

Terung/Aubergine tempura & Broccoli tempura
Gepuk dagingnya di temenin sama sayur asem, sambel dan lalap...serasa di tanah air deh. Cuman sayurnya pake yang ada saja, labu siam (ada sih..di toko asia tapi mahal ) diganti sama Kohlrabi berikut daunnya yang kandungan gizinya bisa dilihat disini, Kolnya bisa pake Spitzkohl, Weißkohl, Chinakohl (sawi putih) atau Wirsingkohl yg selengkapnya bisa baca disini (versi bhs. Jerman). Ini masaknya nggak pake takeran, inget pesen ibuku rasanya musti manis, asem, pedes (buat yg suka pedes lho ya). Ya.. berapa kali cemplung bumbu, bolak balik icip-icip sampe rasanya sesuai selera.
Bahan:
250 g daging, rebus dan potong-potong, airnya untuk kaldu
kacang tanah atau kacang merah, secukupnya
air asam, secukupnya
gula pasir, secukupnya
garam secukupnya
Sayuran:
buncis, wirsingkohl, kohlrabi berikut daunnya, jagung manis (saya pake baby corn), terong
Bumbu:
Cabe merah, bawang merah, bawang putih, terasi, kemiri -> dihaluskan. Daun salam, laos dikeprek.
Cara: Kayaknya pada tau deh ya. Semua bumbunya dicampur dengan kaldu berikut daging, kacang tanah, air asem ,gula pasir, garam. Setelah mendidih baru deh sayuran yg sudah di potong-potong di cemplungin.
Masakan jamannya masih jadi student di Manchester, ngirit waktu dan bumbu. Rasanya pun masih tetap Ok bagi penikmat jamur. Masih sering di masak juga buat keluarga, apalagi kalo pengen masakan yg cepat selesai.Bahan:500 g jamur (Mushrooms/Champignons)50 g butter1/2 sdt mericagaram secukupnyaCara: Lumerkan butter, masukkan jamur, merica, garam. Aduk-aduk sampai keluar airnya dari jamur, gunakan api kecil saja.
Kalo yang ini, Gudeg ala Inul. Bukan Inul penyanyi dangdut, tapi Inul (mbak Chusnul) yg pinter ngaji, maturnuwun resepnya ya. Dimasak sekaligus di Presto (Pressure Cooker), kalo nggak pake presto juga, kein problem.
Lagi pengen makan gado-gado, nggak punya bumbu yg siap jadi, mo goreng kacang, trus giling koq ya males. Punyanya cuman pindakaas, jadilah pecel-pecelan opo gado-gadoan ya. Paling siiip dan paling enak ya tinggal nongkrong di warung lotek langganan atau makan gado-gado di jl. Tengku Angkasa, Bandung...wuihhh nikmattt..tinggal ngemplok.
Bahan:
kentang, telur, wortel, tauge, grünkohl, semuanya di rebus.
Bumbu kacang:
250 - 300 g pindakaas
3-4 siung bawang putih
4 buah cabe
3 cm kencur
4 sdm air asam
1 sdt terasi
400 ml air
gula merah secukupnya sesuai selera
garam secukupnya
Kalo yg suka bisa di tambahkan santan, tapi saya nggak pake.
Cara: bumbu dihaluskan, tambahkan pindakaas, air, gula merah, garam, aduk-aduk sampai mendidih.
Kangen buntil, susah cari daun tales di Hamburg. Daun singkong pun jarang ada biasanya di kirim dari Belanda. Sebagai penggantinya bisa digunakan Weinblätter, yang dapat di peroleh di toko Turki. Pertamakali nyoba bikin berdua sama mbak Yul, cukup repot juga, karena setelah daunnya diisi dengan campuran tahu, teri, kelapa, mulailah pekerjaan tangan dengan mengikat si buntil satu persatu dengan benang katun, biar isinya nggak brodol. Ternyata enny(trim´s ya) punya cara yg lebih praktis, cukup ditusuk dengan tusuk gigi, jadi lebih cepet. Si dedek termasuk penggemar buntil juga botok, biasanya jarang anak kecil suka buntil dan botok. Kalo udah ketemu buntil...wah..makannya jadi lahap. Kapan-kapan pengen coba bikin buntil pake daun Kohlrabi kayaknya enak juga.